nsdazzle Weblog
Just another WordPress.com weblog

Wanita dan Keluarga

Membangun Kepribadian Positif pada Anak

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Hal ini pulalah yang menggambarkan peran orangtua dalam pembentukan karakter anak, dimana tingkah laku anak cenderung mengimitasi orangtuanya. Terlebih keluarga merupakan sosialisasi primer dan pertama yang dialami setiap individu.

Pembentukan karakter inipun tidak bisa lepas dari pola asuh, kasih sayang, dan berbagai stimuli yang membantu anak dalam pembentukan dirinya. Ketiganya bekerja secara terpadu untuk memberikan lahan yang subur bagi anak, sehingga anakpun merasa nyaman dan memungkinkan dirinya berkembang secara maksimal.

Suasana yang nyaman dapat membentuk dan meningkatkan kepercayaan diri anak dan menjadi dasar dalam pembentukan kepribadian yang positif hingga dewasa nanti. Bahkan, sebuah penelitian mengatakan bahwa anak yang tumbuh dalam keluarga sehat dan mampu memberinya kenyamanan rata-rata memiliki tingkat intelegensia yang lebih tinggi dibandingkan dari keluarga yang kurang kasih sayang.

Hal tersebut tentunya juga tidak lepas dari tersedianya ruang gerak yang lebih untuk mengembangkan daya kreativitas anak. Terlalu banyaknya larangan yang kerap diberikan pada anak justru akan membuatnya merasa tidak nyaman dan serba salah, sehingga secara tidak langsung menghambat kreativitasnya. Tak ada salahnya jika anak memiliki kamar tersendiri yang memberinya kebebasan secara penuh dimana mereka dapat menggambar di dinding-salah satu kesukaan setiap anak-membuatnya berantakan dengan berbagai mainan favoritnya, dan lain-lain. Dengan demikian, tingkat kreativitas anak pun dapat terus terangsang. Tidak ada salahnya pula untuk memberi pujian atau hadiah sebagai bentuk penghargaan terhadap hasil karyanya.

Tentu saja, disini anak juga bisa dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab dan membentuk kemandirian mereka. Misalnya, dengan memberi peraturan setelah selesai bermain semua permainan harus dikembalikan ketempat semula.

Cara lain untuk merangsang tingkat kemandiriannya adalah dengan melatih anak membuat keputusan sendiri. Dimulai dengan memberi kesempatan pada mereka untuk memilih baju, buku, atau jenis mainan sendiri. Tentu saja, arahan dari orang tua tetap dibutuhkan, tetapi harus dibedakan dari sikap mendikte apalagi menyalahkan.

Sumber: Kompas, 2 Juli 2006

Menilik Beberapa Sumber Stres pada Remaja

Stres adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang bisa terjadi pada siapapun, termasuk pada kaum remaja. Di usia ini, bimbingan orang tua menjadi hal yang mutlak mengingat emosi anak yang masih labil dan efek lanjutan yang mungkin timbul akibat gangguan tersebut.

Karena itulah pengetahuan akan beberapa faktor pemicu stres pada remaja perlu diketahui agar orang tua mengetahui pendekatan yang paling tepat digunakan pada anak.

Kehidupan sekolah adalah salah satu faktor utama penyebab stres pada remaja. Tuntutan akademis yang dinilai terlampau berat, hasil ujian yang buruk, tugas yang menumpuk dan ekspektasi orangtua yang terlalu tinggi pada anak hanyalah beberapa contoh dari faktor ini. Demikian pula dengan lingkungan pergaulan, dimana teman bagi seorang remaja bisa jadi segalanya, bahkan melebihi keluarganya sendiri.

Meski terdengar sepele, kondisi fisik atau bentuk tubuh menjadi bentuk stres yang lain. Tubuh yang terlampau gemuk, kurus, tinggi, atau jarawat yang terlalu banyak adalah perasaan yang kerap muncul dan mengganggu dalam diri seorang remaja. Apalagi saat ini bagi sebagian orang gaya menjadi faktor penentu suksesnya sebuah pergaulan.

Hal berikut adala kondisi keluarga. Perceraian, hubungan dengan orang tua yang tidak harmonis menjadi faktor lain yang kerap membuat seorang remaja stres. Demikian pula kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan dapat menjadi masalah yang sangat sensitif bagi remaja.

Kisah asmara adalah faktor klise yang secara dominan mewarnai kehidupan remaja. Tapi meskipun klise, perasaan ditinggal oleh orang-orang yang disayangi bisa membuat emosi seseorang menjadi tak terkendali, bahkan tak jarang membuatnya mengambil tindakan yang nekat.

Karena itu orang tua wajib menciptakan suasana keterbukaan dengan anak. Perhatian dan kasih sayang adalah satu hal yang mutlak dilakukan disamping memberi lingkungan yang aman sehingga sianak tahu harus pergi kemana saat hatinya gundah. Karena yang dibutuhkan oleh meraka seringkali hanyalah telinga untuk mendengarkan semua keluh kesah yang dialami.

Sumber: Kompas, 19 Februari 2006

Meningkatkan Daya Ingat Anak

child-toys-abacus.jpg

Kemampuan memori setiap orang ternyata bukanlah semata-mata hasil genetika, tetapi juga karena adanya rangsangan dan pembentukan yang dimulai sejak dini. Peranan orang tua sangat signifikan dalam proses bembentukannya dan harus dilakukan secara kontinu.

Seperti diketahui, kemampuan memori memegang peranan yang krusial dalam proses pembelajaran dan bagi banyak orang menjadi salah satu tolok ukur dalam intelektualitas. Bahkan hal ini merupakan aset berharga sepanjang hidup. Tak heran bila banyak orang pun berusaha untuk terus meningkatkan daya ingat dan mengasah ketajamannya.

Banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari memperkenalkan musik-yang kemudian bisa dinyanyikan bersama anak-hingga melalui permainan-permainan yang mampu memberi rangsangan pada ketajaman memori. Tidak perlu menggunakan permainan yang khusus dan melihat harganya, hal-hal yang sederhana pun mampu memberi stimuli yang diperlukan untuk meningkatkan daya ingat. Misalnya setelah membacakan buku kesayangan anak, bantulah mereka mengingat kembali jalan ceritanya, seperti nama tokoh, nama tempat dan seterusnya. Dengan melakukan pengulangan, lama-lama anakpun akan terbiasa mendengarkan dan merekamnya dalam memori mereka.

Ketika anak beranjak besar, Anda dapat terus melatihnya dengan membuat teka-teki yang sifatnya bermain dan bersenang-senang, seputar jalan cerita buku yang telah dibacanya. Lagipula, membaca merupakan cara kuno yang masih diakui kemanjurannya untuk membantu menajamkan daya ingat.

Di usia balita, kegiatan fisik pada anak sangat diperlukan untuk mengembangkan sensor motorik dan sebagai salah satu cara bagi mereka untuk mengeksplorasi lingkungan. Hal ini pun bisa dimanfaatkan untuk sekaligus memberi rangsangan kemampuan mengingat pada anak. Caranya dengan mengajak anak menirukan gerakan yang Anda lakukan, misalnya tiga jenis gerakan yang berbeda. Apabila anak berhasil, lanjutkan ke tahap yang lebih sulit dengan lebih banyak gerakan. Dengan demikian, anak akan terbiasa untuk mengingat sesuatu yang diterimanya dengan cepat dan mampu untuk “memanggil” ingatannya kembali.

Masih banyak lagi permainan yang bisa dilakukan. Namun, satu hal yang pasti, jangan lupa memberi pujian pada anak yang akan menjadi salah satu motivator bagi mereka untuk terus belajar.

Musik untuk Anak

Kenalkan Musik pada Anak Sejak Dini

anak bermain piano

Sudah menjadi pembicaraan hangat beberapa tahun terakhir ini bahwa musik, khususnya musik klasik, dapat mengembangkan tingkat kecerdasan anak. Namun bagi sebagian orang mungkin hal ini masih menjadi tanda tanya besar, bagaimana bisa? baca berikutnya…

Musik memang dapat memberikan pengaruh-pengaruh tertentu pada diri seseorang. Pada orang dewasa saja, musik dapat memengaruhi kondisi psikologis, seperti menjadi lebih tenang saat mendengar musik yang lembut dan menjadi lebih bersemangat saat mendengar musik dengan ritme yang cepat. Ternyata demikian pula halnya yang terjadi pada bayi, bahkan janin yang masih berada di dalam kandungan. Janin yang gelisah akan merasa lebih tenang saat diberikan musik yang mengalun lembut. Hal ini disebabkan karena janin yang telah berusia enam bulan sudah dapat mendengar dengan jelas, sehingga dapat bereaksi terhadap bunyi dan melodi dan mengikuti ritme atau irama musik tersebut.

Selain memberi rangsangan psikologis, musik ternyata juga dapat memberi stimulasi untuk perkembangan kecerdasan anak. Musik yang sudah diperkenalkan pada anak sejak masih berada dalam kandungan akan merangsang perkembangan otak kanannya yang memang berkaitan dengan perkembangan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, warna, sosialisasi dan perkembangan kepribadian.

Hal ini pun dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh University of Texas di Austin, Texas. Hasil penelitiannya mengatakan bahwa anak yang diperdengarkan musik klasik menunjukkan tingkat emosi yang lebih stabil dibandingkan dengan anak yang diperdengarkan musik rock.

Selain itu, musik juga dapat memengaruhi perkembangan diri baik sosial maupun identitas diri seorang anak. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian dari Texas Commission on Drug and Alcohol Abuse Report pada tahun 1998 yang mengatakan bahwa seorang anak yang turut serta dalam orkestra musik klasik menunjukkan sikap cenderung negatif terhadap penggunaan alkohol, rokok dan narkoba.

Tentu saja seluruh perkembangan anak ini tak hanya dipengarui oleh perkembangan otak kanannya saja, tapi juga harus diseimbangkan dengan perkembangan otak kiri yang juga harus diasah sejak dini. Otak kiri inilah yang berfungsi untuk mengembangkan fungsi akademik seperti kemampuan tata bahasa , menghitung, membaca, daya ingat, logika, angka dan analisa . Kini tak perlu lagi menunggu terlalu lama, kenalkanlah musik pada anak sejak dini.

Belum Ada Tanggapan to “Wanita dan Keluarga”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: